Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir di Agam, Sumatera Barat, bertambah menjadi 74 jiwa. Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta.

Menurut data BNPB, bencana banjir yang melanda Agam pada awal pekan ini telah mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan perumahan warga. Banjir juga telah menghancurkan ribuan hektar lahan pertanian dan perkebunan, sehingga berpotensi mengganggu ketahanan pangan masyarakat.

BNPB juga melaporkan bahwa sebanyak 12.000 jiwa telah diungsikan ke tempat pengungsian sementara. Mereka yang terkena dampak banjir ini membutuhkan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, air, dan obat-obatan.

Pemerintah Daerah Agam telah mengeluarkan status siaga darurat bencana dan telah membentuk tim reaksi cepat untuk menangani bencana ini. Tim ini terdiri dari berbagai instansi, termasuk TNI, Polri, dan organisasi kemasyarakatan.

Presiden Indonesia telah memerintahkan Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KASAD) untuk mengirimkan pasukan bantuan ke Agam untuk membantu penanganan bencana. Pasukan bantuan ini akan membantu dalam evakuasi korban, penyaluran bantuan kemanusiaan, dan pemulihan infrastruktur.

Selain itu, Kementerian Sosial telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, seperti makanan, air, dan obat-obatan, ke Agam. Bantuan ini diperkirakan akan mencapai Rp 1 miliar.

Bencana banjir di Agam ini juga telah mendapat perhatian dari masyarakat internasional. Beberapa negara, seperti Australia dan Amerika Serikat, telah menawarkan bantuan kemanusiaan kepada pemerintah Indonesia.

Dalam beberapa hari terakhir, cuaca di Agam telah membaik, namun potensi banjir masih ada. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bencana.

BNPB terus memantau situasi di Agam dan siap untuk memberikan bantuan lebih lanjut jika diperlukan. Pemerintah Daerah Agam juga terus berupaya untuk memulihkan keadaan dan membantu korban bencana.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah mengalami beberapa bencana alam yang parah, termasuk gempa bumi, tsunami, dan banjir. Bencana-bencana ini telah mengakibatkan kerusakan parah pada infrastruktur dan perumahan warga, serta mengakibatkan korban jiwa.

Pemerintah Indonesia telah berupaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan penanggulangan bencana, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.

Bencana banjir di Agam ini merupakan peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk selalu siaga terhadap potensi bencana dan berupaya untuk mengurangi risiko bencana.

Dalam menghadapi bencana, pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan memulihkan keadaan. Bencana banjir di Agam ini juga merupakan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun kembali dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana.