Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali telah mengumumkan penutupan sementara empat taman wisata alam (TWA) selama perayaan Nyepi 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam dan keamanan wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Menurut informasi yang diterima, penutupan sementara ini akan berlangsung selama tiga hari, yaitu pada tanggal 18-20 Maret 2026. Keempat TWA yang ditutup adalah TWA Bedugul, TWA Buyan, TWA Tamblingan, dan TWA Pulau Menjangan.

Kepala BKSDA Bali, Dr. Ir. I Made Wirakartana, menjelaskan bahwa penutupan sementara ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dan keamanan wisatawan. “Kami ingin memastikan bahwa kawasan TWA tetap aman dan nyaman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya,” ujarnya.

Penutupan sementara ini juga dilakukan untuk menghormati perayaan Nyepi, yang merupakan hari raya umat Hindu di Bali. Selama perayaan Nyepi, masyarakat Bali melakukan ritual-ritual keagamaan dan menjaga kesucian alam.

Selain itu, penutupan sementara ini juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada petugas BKSDA untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan kawasan TWA. “Kami ingin memastikan bahwa kawasan TWA tetap terjaga dan aman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya,” ujar Dr. Wirakartana.

BKSDA Bali juga mengimbau kepada wisatawan untuk mematuhi aturan dan peraturan yang berlaku selama perayaan Nyepi. “Kami berharap wisatawan dapat memahami dan menghormati tradisi dan budaya masyarakat Bali, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya,” ujar Dr. Wirakartana.

Dalam kesempatan ini, BKSDA Bali juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk ikut serta dalam menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan masyarakat dan wisatawan untuk menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA,” ujar Dr. Wirakartana.

Penutupan sementara empat TWA di Bali selama perayaan Nyepi 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. Dengan demikian, kawasan TWA dapat tetap terjaga dan aman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya.

Sementara itu, wisatawan yang telah memesan tiket masuk ke kawasan TWA dapat menghubungi BKSDA Bali untuk meminta informasi lebih lanjut tentang penutupan sementara ini. “Kami akan membantu wisatawan untuk memahami dan menghormati tradisi dan budaya masyarakat Bali, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya,” ujar Dr. Wirakartana.

Dalam rangkaian perayaan Nyepi 2026, BKSDA Bali juga akan melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. Kegiatan-kegiatan ini antara lain meliputi pemeliharaan dan perawatan kawasan TWA, serta kegiatan-kegiatan edukatif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan.

Dengan demikian, penutupan sementara empat TWA di Bali selama perayaan Nyepi 2026 ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. Dengan demikian, kawasan TWA dapat tetap terjaga dan aman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya.

BKSDA Bali berharap bahwa penutupan sementara empat TWA di Bali selama perayaan Nyepi 2026 ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. Dengan demikian, kawasan TWA dapat tetap terjaga dan aman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya.

Dalam kesempatan ini, BKSDA Bali juga mengucapkan selamat hari raya Nyepi 2026 kepada masyarakat Bali dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan TWA. “Kami berharap bahwa perayaan Nyepi 2026 ini dapat menjadi momen yang bermakna bagi masyarakat Bali dan wisatawan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA,” ujar Dr. Wirakartana.

Penutupan sementara empat TWA di Bali selama perayaan Nyepi 2026 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi BKSDA Bali untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan pentingnya menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA. Dengan demikian, kawasan TWA dapat tetap terjaga dan aman bagi wisatawan, serta menjaga keseimbangan alam yang ada di dalamnya.

BKSDA Bali berkomitmen untuk terus menjaga keseimbangan alam dan keamanan kawasan TWA, serta meningkatkan kesad